SISTEM BILANGAN


    Sebelum mempelajari Rangkaian Digital sangat direkomendasikan untuk memahami sistem bilangan terlebih dahulu, karena dalam rangkaian digital akan sangat sering berinteraksi dengan sistem bilangan yang notabene beda banget dengan bilangan yang kita gunakan sehari-hari. Langsung ajah...cekidot....

Sistem Bilangan Biner

            Hanya terdiri dari 2 angka yaitu 0 dan 1 saja.

Contoh: 1001012, 10112


Konversi Bilangan Biner ke Desimal :

110012 = ........10

1 1 0 0 1 = 1 x 20 + 0x21 + 0x22 + 1x23 + 1x24
                     = 1 + 0 + 0 + 8 + 16 = 25

jadi 110012 = 2510
 
Konversi Bilangan Desimal Ke Biner :
Contoh: 2510 = ...........2
Jawaban :

LSB
 
            25 : 2 = 12 sisa 1
            12 : 2 =   6 sisa 0
             6  : 2 =   3 sisa 0
             3  : 2 =   1 sisa 1

MSB
 
              1 : 2 =   0 sisa 1

 Jadi 2510 = 110012

                     
Sistem Bilangan Oktaf

            Hanya terdiri dari angka 0 sampai 7 saja.
Contoh : 128, 568, 708

     Konversi Bilangan Oktaf ke Desimal :

    608 = ........10

    608 = 0 x 80 + 6x81
              = 0 + 56 = 56

     jadi 608 = 5610
 


 Konversi Bilangan Desimal Ke Bilangan Oktaf :
Contoh : 5610 = ...........8


Jawaban : 56 : 8 = 6 sisa 0
                   6 : 8 = 0 sisa 6

                       jadi 5610 = 60
 



 Sistem Bilangan Heksadesimal

            Terdiri dari 16 bilangan mulai dari angka 0 – 15. Hanya saja pada sistem bilangan ini konfigurasi bilangan setelah angka 9 diganti dengan huruf. Jadi pada sistem bilangan ini angka 10 diganti dengan huruf A dan seterusnya hingga 15 diganti dengan huruf F.
Contoh : 03F16, 987H, 56416, AB01H

Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Heksadesimal :
Contoh : 20810 = ..........16

Jawaban : 208 : 16 = 3 sisa 0
                     3 : 16 = 0 sisa 3
                jadi   20810 = 3016



 Konversi Bilangan Heksadesimal ke Bilangan Desimal :

3016 = 0 x 160 + 3 x 161 = 0 + 208 = 208

Binary Coded Decimal ( BCD )
Apabila setiap digit dari suatu bilangan desimal dinyatakan dalam ekivalen binernya maka prosedur pengkodean ini disebut : Binary Coded Decimal dan disingkat BCD. Karena digit desimal besarnya dapat mencapai 9 maka diperlukan 4 bit untuk mengkode setiap digit desimal.
Untuk menunjukkan kode BCD, ambillah suatu bilangan desimal 874. Setiap digit diubah menjadi ekivalen binernya sbb:

            8          7          4

        1000     0111     0100

Setiap digit desimal diubah menjadi ekivalen biner langsungnya. Namun harap diingat bahwa 4 bit selalu digunakan untuk setiap digit.
Dengan demikian kode BCD dapat dilihat dalam urutan berikut :
0000 – 0001 – 0010 – 0011 – 0100 – 0101 – 0110 – 0111 – 1000 – 1001 .

Contoh : 0011 1000    0101    1001      ( BCD )
               
                  3       8          5        9           ( Des )


Yup guys, sementara ini aja dulu untuk sistem bilangannya. Untuk kelanjutannya akan diposting tentang operasi - operasi sistem bilangan, khususon bilangan biner sebelum kita meluncur ke gerbang logika dan lain - lainnya.
Seperti biasa.....bagi yang expert (ahli) mohon dikoreksi jika ada yang keliru. Tengkuyuuuuuuu.

Komentar

  1. kapan kita mulai belajar bu??? rangkaian digital.............TI B Sudah penasaran.......ma pelajaran ne

    BalasHapus
    Balasan
    1. As soon as possible

      Hapus
    2. @hendri: pnsran mas?? cba googling z dlu klo gtu...
      cz ank2 ti.a dh sistem bil.biner, hex, dkk.na.. :)

      Hapus
  2. ngaco nih pas konversi oktalnya bu

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

OPERASI SISTEM BILANGAN

BUKU BSE SMK TEKNIK AUDIO VIDEO